5 Kebiasaan Bayi Baru Lahir dan Cara Mengatasinya

Perlu AyBund ketahui bahwa orang tua dapat memperhatikan kebiasaan bayi sejak baru lahir.
Admin

 

5 Kebiasaan Bayi Baru Lahir dan Cara Mengatasinya

Sebagai orang tua baru, AyBund mungkin memiliki banyak pertanyaan tentang kondisi, kebiasaan, dan perkembangan bayi AyBunda

Perlu AyBund ketahui bahwa orang tua dapat memperhatikan kebiasaan bayi sejak baru lahir. Ada beberapa kebiasaan bayi baru lahir yang berusia 0 hingga 6 bulan.

Namun, meskipun beberapa kebiasaan ini normal, beberapa di antaranya dapat menjadi tanda bahaya jika tampak berlebihan. Oleh karena itu, penting bagi AyBund untuk selalu mengawasi bayi AyBund.

Berikut adalah beberapa kebiasaan bayi dari usia 0 hingga 6 bulan, termasuk gejala, cara mengatasinya, dan tanda-tanda bahaya:

  1. Gumoh

Gumoh terjadi ketika bayi mengeluarkan cairan dari mulut setelah menyusu. Untuk mengatasi ini, AyBund dapat memposisikan bayi dalam posisi tegak, kemudian mengelus atau menepuk punggungnya dengan lembut selama sekitar 30 menit.

Jika bayi AyBund mengalami gumoh yang berwarna hijau atau coklat, tampak lemas, atau terjadi lebih dari 4 kali sehari, ini bisa menjadi tanda bahaya.

  1. Cegukan

Cegukan adalah hal yang normal dan terjadi akibat kontraksi spontan pada otot diafragma. Cara mengatasinya mirip dengan cara mengatasi gumoh. Jika bayi AyBund terus menerus cegukan selama lebih dari 1 jam, rewel, muntah, batuk, atau kesulitan bernapas, ini bisa menjadi tanda bahaya.

  1. Ngulet

Ngulet adalah gerakan meregangkan badan bayi untuk mengeluarkan gas dari saluran pencernaannya. AyBund dapat rutin memijat perut bayi dengan jari searah jarum jam dan mengayuhkan kedua kakinya seperti sedang naik sepeda.

Jika bayi AyBund sulit menyusu, perutnya kembung, atau muntah-muntah, ini bisa menjadi tanda bahaya.

  1. Ngemut Jari

Ngemut jari atau memasukkan barang ke dalam mulut adalah hal yang normal bagi bayi. Namun, pastikan barang yang dimasukkan bayi ke dalam mulut bersih, aman, dan tidak mudah retak. Jika bayi AyBund tersedak sampai sulit bernapas atau barang yang dimasukkannya ke dalam mulut tertelan, ini merupakan tanda bahaya.

  1. Jarang BAB

Bayi jarang buang air besar (BAB) juga merupakan hal yang normal dan dapat segera diatasi. Jika BAB bayi menunjukkan tekstur yang lembek, sedangkan bayi masih aktif dan masih mau menyusu, ini merupakan hal yang normal.

Namun, jika bayi jarang buang air besar (BAB), terutama pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, sebaiknya segera dilakukan tindakan penanganan yang tepat agar kondisi ini tidak berkelanjutan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan rutin memposisikan bayi dalam posisi sendawa.

Beberapa tanda peringatan dari kondisi ini yang perlu AyBund waspadai adalah jika bayi tidak BAB selama beberapa hari atau bahkan lebih dari 10 hari, menolak menyusu dan disertai dengan muntah-muntah, kembung, atau tinja yang keras.

Jika tanda-tanda peringatan ini muncul, sebaiknya AyBund segera bertindak dan membawa bayi AyBund ke dokter atau pusat kesehatan terdekat.

 

Posting Komentar

* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
  • A-
  • A+

Copyright © Centropedia All Rights Reserved.

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.